8 Cara Menjaga Bulu Kucing Agar Tetap Cantik

Kucing ras atau kucing bulu panjang merupakan jenis kucing yang cukup banyak dipelihara para pecinta kucing. Tetapi banyak kucing mengalami kerontokan bulu sehingga kucing terlihat kurus karena bulunya semakin tipis. Kerontokan bulu kucing umumnya disebabkan karena faktor makanan yang kurang memenuhi asupan gizinya, alergi terhadap sesuatu, kucing hamil, atau karena stres.
Kondisi kucing yang bulunya rontok memerlukan perhatian khusus dari pemiliknya. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melebatkan bulu  kucing yang rontok

Mencegah Kucing Mengalami Stress
Jika Anda melihat kucing Anda seperti stress dan bulunya juga mulai rontok, maka sebaiknya segera bawa ke dokter ehwan terdekat untuk memperoleh obat anti stres atau obat penenang. Selain itu, Anda juga dapat membawa kucing ke tempat favoritnya untuk merileskan diri dan menghilangkan stress

Menyisir Bulu Kucing
Merawat bulu si kucing agar tetap lebat dapat Anda lakukan dengan menyisir bulu kucing secara rutin. Gunakan sisir khusus bulu kucing. Selain itu sesuaikan sisir tersebut dengan panjang dan jenis bulu. Menyisir bulu kucing dapat membuat bulu yang lepas dan rusak digantikan oleh bulu baru yang lebih sehat. Sebaiknya Anda menyisir bulu kucing setiap 1 minggu sekali untuk kucing bulu panjang. Sementara itu kucing bulu pendek tidak memerlukan perawatan rutin.

Memandikan Kucing Secara Rutin
Cara merawat bulu kucing selanjutnya adalah rajin memandikan kucing. Jika kondisi kulitnya sehat dan baik, maka bulu kucing juga dapat tumbuh dengan lebat dan bagus. Kucing secara normal sebaiknya dimandikan 1 kali dalam sebulan. Untuk keperluan khusus, Anda dapat memandikannya 1 minggu sekali

Memilih Shampoo Kucing yang Tepat
Tidak semuaa shampoo kucing dapat digunakan untuk memandikan kucing. Anda wajib memilih shampoo khusus kucing. Pemilihan shampoo dapat disesuaikan dengan jenis kuli kucing yaitu untuk kulit berminyak atau kulit kering.

Menjemur Kucing Pagi Hari
Cahaya matahari di pagi hari sangat baik untuk kesehatan yaitu antara pukul 8 sampai pukul 10 pagi. Sinar matahari dapat mengubah pro vitamin D ke vitamin D yang bermanfaat bagi kesehatan tulang kucing. Bila tulang kucing kondisinya sehat, maka tingkah laku dan penampilan kucing tidak akan stress dan lebih sehat. Pasalnya ini dapat mencegah stress sehingga masalah bulu rontok pada kucing akan berkurang. Caranya, jemur kucing sekitar 10 – 15 menit sesuai kondisi kucing. Ketika kucing sudah mulai terlihat gelisah, maka segera hentikan kegiatan menjemur kucing.

Menjaga Lingkungan Tempat Tinggal
Menjaga kondisi kandang dan lingkungan sekitar kucing tetap bersih merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah kerontokan bulu kucing. Kandang dan lingkungan yang kotor dapat menyebabkan munculnya parasite yang menginfeksi bulu dan kulit sehingga menyebabkan bulu kucing rontok. Selain faktor parasite, kandang kotor juga dapat menyebabkan stress dan ingin keluar kandang. Stress biasanya menyebabkan kerontokan bulu yang cukup signifikan

Menghindari Alergi Pada Kucing
Penyebab bulu rontok yang selanjutnya adalah alergi. Bulu yang rontok karena alergi biasanya kerontokannya akan terjadi secara terus menerus. Jika mendapatkan hal seperti ini, kucing sebaiknya segera dibawa ke dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan alergi untuk memastikan alergi yang dialami dan nantinya akan diberi terapi anti alergi untuk kucing. Ciri-ciri kucing alergi yang selanjutnya adalah bengkak dan radang kulit sehingga bulunya mudah rontok. Kucing biasanya akan membaik setelah mendapat terapi anti radang dan anti histamine sehingga bulunya akan mulai tumbuh lagi dengan baik.

Memperhatikan kesehatan kucing
Faktor lain yang menyebabkan bulu kucing mengalami kerontokan adalah hormon yang tidak stabil. Jadi kesehatan kucing perlu dijaga dengan baik. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kucing misalnya memberikan lemak yang cukup untuk kucing. Biasanya makanan dari pet shop sudah dilengkapi dengan kandungan lemak yang sesuai dengan kebutuhan kucing. Berikan kuning telur sebagai nutrisi tambahan maksimal 3 kali seminggu

6 Merek Makanan Kucing Terbaik Untuk Kucing Kesayangan

Memiliki hewan peliharaan kucing tentu mewajibkan para pemiliknya untuk lebih selektif dalam memilih asupan atau makanan untuk kucing. Alasannya tidak semua produk makanan kucing yang tersedia di pasaran berkualitas bagus. Anda wajib memilih produk berkualitas misalnya produk yang laris di pasaran. Jika Anda ingin tahu rekomendasi produk makanan kucing berkualitas, berikut ini adalah beberapa produk makanan kucing terlaris di pasaran.

Royal Canin
Jika berbicara tentang merek makanan kucing terbaik, Royal Canin tentu tidak boleh dilewatkan. Royal Canin merupakan makanan kucing yang kualitasnya sudah tidak perlu diragukan lagi. Merek ini menawarkan sejumlah varian makanan khusus untuk kucing di antaranya adalah makanan untuk kucing Persia, anak kucing, kucing angora, atau makanan yang khusus untuk melebatkan bulu kucing. Royal Canin memang ditawarkan dengan harga yang lebih mahal dibandingkan merek lainnya tetapi harga itu sepadan karena kandungan nutrisinya yang lengkap. Selain diformulasi untuk kucing anggora dan Persia, makanan ini juga boleh diberikan untuk kucing kampung.

Equilibrio
Ini merupakan makanan kucing yang murah tetapi berkualitas bagus karena dapat membuat kucing kesayangan Anda lebih gemuk. Makanan ini hadir dengan nutrisi dan gizi yang lengkap sesuai dengan kebutuhan kucing. Jika kucing mendapatkan asupan bergizi, antibody dalam tubuh kucing akan lebih kuat dan tidak mudah sakit.
Equilibrio juga menjadi makanan yang banyak disukai oleh kucing. Anda tidak perlu khawatir jika memberikan makanan ini untuk kucing karena brand ini sudah terdaftar di AAFCO atau Asosiasi Resmi di Amerika yang mengontrol standar makanan kucing.

Me-O
Memiliki kucing dengan bulu yang panjang dan lebat pada kucing anggora dan Persia tentu sangat menyenangkan. Untuk mendapatkannya, Anda wajib memberikan asupan makanan yang mampu mencegah kerontokan bulu. Salah satu makanan yang dapat mengontrol hal ini adalah dari brand Me-O. Makanan kucing ini kaya akan omega 3 dan omega 6 yang dapat menguatkan dan menghaluskan bulu kucing.
Makanan ini juga hadir dengan beberapa varian rasa seperti daging, ayam, tuna, dan seafood yang tentunya akan disukai oleh kucing. Lebih menariknya lagi Me-O juga dijual dengan harga yang cukup ramah di kantong

Pro Plan
Bagi para pecinta kucing Anda tentu tidak keberatan untuk mengeluarkan biaya ekstra demi membelikan makanan kucing terbaik dari brand premium. Pro Plan adalah makanan kucing terbaik berkualitas unggulan. Pro Plan memang ditawarkan dengan harga yang lebih mahal daripada produk makanan kucing sejenisnya. Makanan ini diketahui juga dapat membuat kucing Anda lebih gemuk dan aktif sehingga tidak akan mengalami obesitas. Memberikan Pro Plan untuk kucing akan menjamin kotoran kucing tidak akan terlalu berbau menyengat

Whiskas
Ini adalah produk makanan kucing yang sudah cukup populer di tanah air karena iklannya sering ditayangkan di TV. Whiskas merupakan makanan kucing yang berkualits tetapi dibanderol dengan harga terjangkau. Protein dan nutrisi yang terkandung di dalam Whiskas juga lengkap dan seimbang. Namun Whiskas ini kurang cocok dikonsumsi untuk beberapa jenis kucing, khususnya untuk jenis kucing Norweigian Forest, Maine Coon, Turkish Van, Persia, Sphynx, dan Scottish Fold. Whiskas tersedia dalam beberapa pilihan rasa yang disukai kucing yaitu salmon, ayam, dan tuna

Maxi
Ini adalah makanan kucing perpaduan dari ikan tuna dan ayam dengan kandungan protein 32%. Maxi juga sudah diperkaya dengan kandungan omega 3 dan omega 6. Jadi kucing yang mengonsumsi produk Maxi tidak akan mudah terserang penyakit. Apalagi produk ini juga mengandung Lysine yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh kucing

Kenali 11 Ciri Kucing Sakit Demam

Kucing demam adalah salah satu masalah umum yang dialami oleh hewan piaraan ini. Banyak yang bertanya –tanya tentang ciri-ciri kucing sakit demam. Apakah saat demam kucing boleh dimandikan dan beberapa hal lain yang perlu diketahui saat kucing demam. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kucing yang mengalami demam

Badan Kucing Panas
Karena kondisinya demam, tentu tubuh kucing akan terasa panas. Ciri yang satu ini hampir sama seperti demam yang dialami oleh manusia. Saat Anda memegang kucing dan tubuh kucing terasa panas, ini berarti kucing sedang demam.
Nafsu Makan Menurun
Kondisi tubuh kucing yang sedang sakit dan tidak nyaman otomatis membuat kucing tidak nafsu makan. Ketika kucing sudah demam, biasanya ia tetap tidak berselera meskipun Anda memberikan makanan yang ia sukai.

Diare
Biasanya sistem pencernaan pada tubuh kucing akan menyesuaikan dengan asupan makanan yang diberikan sehari-hari untuk kucing. Jika pemilik kucing mengganti makanannya, maka kucing biasanya akan kesulitan untuk beradaptasi dengan makanan baru. Jadi kucing dapat mengalami sembelit, diare, dan bahkan disertai demam. Kondisi kucing yang seperti ini perlu segera mendapat penanganan dari dokter hewan

Selalu Tidur
Ini adalah salah satu perubahan yang dapat langsung terlihat dengan mudah. Kucing yang biasanya aktif akan mendadak berubah pasif dan tidur terus menerus. Ciri yang satu ini selalu terjadi pada kucing yang demam.

Bulu Kucing Rontok
Penyebab utama bulu rontok pada kucing ini bukan karena hormon karena birahi atau kondisi lingkungan, makanan yang kurang tepat atau suhu ruang di sekitar kucing yang panas. Bulu kucing yang rontok biasanya disebabkan karena kekurangan vitamin sehingga kucing menjadi demam karena daya tahan tubuhnya melemah. Untuk itu, biasakan memberi vitamin untuk kucing

Mulut Berbau Tidak Sedap
Saat kucing sedang demam juga dapat mengalami bau mulut yang tidak sedap. Hal ini disebabkan karena kucing panas dalam. Saat hal itu terjadi kucing biasanya hanya ingin minum. Dengan kondisi mulut yang kering, hal ini menyebabkan nafas kucing menjadi bau

Muntah
Ketika kucing muntah – muntah, ini berarti kucing mengalami demam. Pada dasarnya manusia saja saat demam biasanya juga  sering muntah karena kondisi pencernaannya yang kurang stabil. Demikian pula dengan kucing. Ketika kucing demam, biasanya ia juga mengalami muntah

Kucing Kerap Merasa Haus
Saat kucing demam atau sakit panas, kucing cenderung akan lebih banyak minta minum karena kondisi tenggorokannya yang mudah kering. Kondisi ini membuat kucing mengalami dehidrasi dan membuat ia banyak minum

Berat Badan Menurun
Saat kucing demam, kucing lebih suka tidur terus dan nafsu makannya juga turun. Menurunnya kondisi tubuh kucing menyebabkan berat badannya turun dan bahkan turun secara drastic. Kucing akan terlihat lebih kurus dibandingkan biasanya

Hidung Kucing Berair
Saat masuk angin hidung kucing akan berair seperti manusia. Kucing yang normal atau sehat memiliki hidung yang merah, hangat, dan tidak berair

Perubahan Bentuk Tubuh
Salah satu contoh perubahan bentuk tubuh kucing yang terjadi saat kucing demam adalah pembengkakan di bagian tubuh tertentu atau seperti ada luka. Bila perubahan bentuknya ada di luar tubuh kucing, maka akan langsung terlihat. Namun jika di dalam, Anda harus membuka mulutnya serta mencium baunya. Bila berbau busuk atau tidak normal, kucing tersebut kemungkinan terkena penyakit tertentu entah itu demam, masalah pencernaan, atau yang lainnya

6 Cara Mengatasi Kucing Demam

Demam merupakan salah satu gangguan kesehatan yang terjadi pada kucing. Mengobati kucing demam kadang menjadi kendala tersendiri bagi para pemilik hewan peliharaan yang satu ini. Gejala demam yang terjadi pada kucing juga dikenal dengan sebutan pyrexia. Suhu tubuh normal kucing adalah antara 37 – 39 derajat Celsius.
Anda dapat memeriksa kondisi tubuh kucing dengan thermometer agar lebih mudah mengetahui suhu badan kucing. Kucing yang sedang melawan penyakit adalah penyebab kucing panas dan demam. Pada dasarnya solusi terbaik untuk kucing demam adalah membawanya ke dokter hewan. Namun pemelihara kucing kadang memiliki kendala untuk membawa kucing ke dokter saat demam misalnya karena kesibukan pekerjaan atau yang lainnya. Kendala seperti ini menyebabkan pemelihara jarang membawa kucing ke dokter di saat yang tepat.

Penyebab Kucing Demam
Ada 2 penyebab kucing mengalami demam yaitu pyrexia dan hipertermia. Pyrexia kucing umumnya disebabkan karena tubuh kucing sedang bekerja kerasa secara alami melawan penyakit dalam tubuhnya. Kinerja yang semakin keras ini menyebabkan tubuh kucing semakin panas.Hal ini dapat merugikan tubuh kucing dan menyebabkan beberapa kerusakan organ, termasuk otak. Sementara itu hipertermia disebabkan karena paparan panas yang berlebihan. Jika ini dibiarkan,kesehatan tubuh kucing akan semakin terganggu, khususnya bagian otak.
Untuk itu, berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati kucing demam. Pengobatan ini tentunya merupakan penanganan darurat yang dapat dilakukan. Harapannya kucing akan sembuh setelah mendapatkan penanganan ini.

Memberikan Asupan Cairan yang Cukup
Walaupun sekedar memberi air minum, hal ini sangat penting karena dapat mencegah kucing mengalami dehidrasi saat demam. Sediakan air minum yang lebih banyak untuk kucing agar ia dapat selalu minum ketika menginginkannya.

Mendinginkan Tubuh Kucing
Bawa kucing ke tempat yang sejuk. Atau Anda dapat meletakkan kipas angin ke dekat tubuh kucing. Jika suhu tubuh kucing masih belum dingin, berikan bantalan es di cakar atau tubuh kucing. Ketika kucing sudah tidak rewel dan memberontak, mulailah membasuh kucing dengan air. Penguapan juga cukup membantu mendinginkan suhu tubuh yang berlebihan.

Memberi Suplemen
Sebelum memberikan obat-obatan, berikan suplemen energi lebih dahulu untuk kucing dan vitamin B. Asupan ini berperan penting untuk meningkatkan nafsu makan kucing. Umumnya kucing menjadi tidak nafsu makan karena kondisi tubuhnya yang kurang sehat. Selain itu, asupan ini juga dapat memberikan nutrisi lebih untuk membantu pemulihan kondisi tubuh kucing. Apalagi nutrisi tersebut juga tidak diperoleh dari makanan kucing. Sebagai pemilik, Anda juga perlu memberikan semangat untuk kucing agar lekas sembuh dengan memberinya makanan yang ia sukai. Asupan makanan merupakan sumber energi utama untuk kesehatan kucing.

Memilih Obat yang Aman Untuk Kucing
Berikan obat demam dan flu khusus untuk kucing. Contohnya adalah toflenamic acid. Obat ini tidak hanya dapat menangani masalah demam tetapi juga trauma, tumor, infeksi, dan berbagai macam penyakit lainnya pada kucing. Dosis pemberian obat ini adalah 1 tablet untuk 3 – 5 hari. Khusus untuk kucing dengan berat badan sekitar 1,5 kg dapat diberi 1 tablet per hari. Sementara itu jika kucing memiliki berat hingga 4 atau 5 kg, Anda dapat memberikan 3 tablet per hari

Memberikan Obat Meloxicam
Obat yang satu ini juga cukup efektif mengatasi demam pada kucing. Dosis pemberiannya adalah 0,5 mg/ml sesudah makan. Hal ini penting agar kucing tidak over dosis. Tetapi jika kucing mengalami dehidrasi, jangan berikan obat ini karena dapat berakibat fatal serta beresiko gagal ginjal

4 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Kucing Himalaya

Kucing Persia Himalaya adalah salah satu jenis kucing yang sangat diminati sebagai binatang peliharaan.Kucing ini memiliki bulu yang menawan, unik, cantik, dan bentuk tubuhnya sangat menggoda sehingga para pecinta kucing tertarik memeliharanya. Jenis kucing ini sebenarnya sudah sangat dikenal di dunia. Tetapi ada pula yang beranggapan lain bahwa jenis kucing ini baru dikenal pada tahun 1950an di Eropa dengan nama colour point Persian. Jenis kucing ini umumnya memiliki banyak keistimewaan

Karakteristrik
Kucing Himalaya merupakan kucing yang gemuk, bulat, dan besar dengan kaki pendek layaknya kucing Persia. Karakteristik tersebut membuat kucing ini sulit melompat. Tetapi ada juga ras Himalaya yang tubuhnya mirip dengan kucing Siamese dengan tubuh yang anggun dan ramping. Himalaya dengan tubuh seperti Siamese mampu melompat dengan ketinggian hingga 2 meter.
Berdasarkan bentuk wajahnya, Himalaya dibagi menjadi 2 jenis yaitu Himalayan Ultra Face dan Himalayan Doll Face. Jenis doll face wajahnya agak pesek bila dilihat dari samping sementara jenis ultra face wajahnya sangat pesek dari samping sehingga terkesan datar. Kucing Himalaya memiliki bulu yang panjang dan warna point di telinga, kaki, wajah, dan ekor seperti pola tabby, tortie, dan lynx. Sebenarnya kucing Persia Himalaya adalah hasil silangan dari kucing siam dan Persia.

Warna
Warna point kucing Persia Himalaya terletak pada perbedaan warna yang mencolok di setiap sudut tubuhnya yang berbentuk taby, lynk, dan torty. Jenis warna kucing tersebut juga bervariasi seperti seal point atau coklat kehitaman, lilac point atau abu kecoklatan, blue point atau abu-abu, cream point, red point atau krem kemerahan, dan chocolate point.

Bentuk Tubuh
Ciri fisik kucing ini umumnya memiliki tubuh bulat dengan kaki pendek khas kucing Persia. Namun ada juga yang ramping dan lincah karena menuruni sifat kucing siam. Untuk jenis kucing Himalaya memiliki bulu yang mirip seperti kucing Persia yaitu panjang bulunya sekitar 2-3 cm.

Sifat
Jenis kucing ini pada dasarnya memiliki sifat yang cukup tenang, aktif, dan cerdas. Tetapi meskipun sifat kucing ini cukup tenang, kucing Himalaya juga senang bermain dan mudah untuk berinteraksi dengan siapapun yang ada di sekitarnya. Kucing Himalaya sangat cocok dijadikan sebagai binatang peliharaan. Dengan sifat yang bersahabat, tenang, dan ramah, kucing ini dapat menjadi teman bermain yang ideal di kala Anda jenuh.

Kesehatan
Jenis kucing ini pada umumnya adalah jenis kucing yang bagus dari sisi kesehatan serta tidak mudah terserang penyakit. Namun Anda perlu mengetahui bahwa jenis kucing ini memiliki penyakit turunan kucing Persia yang sering dikenal dengan penyakit PKD atau Polycystic Kidney Disease. Ini adalah semacam penyakit kista pada ginjal.

Wajah
-         Doll Face
Kucing Himalaya doll face memiliki ciri fisik tubuh yang lucu seperti boneka. Hidungnya cukup pesek dan wajahnya agak datar. Kucing Himalaya doll face wajahnya tidak selalu coklat seperti jenis kucing siam tetapi juga bisa putih pucat. Bagian bola matanya berwarna putih kebiruan dan sorotan mata sayu
-         Ultra Face
Kucing Himalaya Ultra Face mempunyai bola mata dengan pupil hitam.Matanya memiliki sorotan yang tajam dan wajahnya tidak selalu coklat. Kucing ini kadang berwajah putih kotor. Kucing ini berhidung pesek dengan wajah sangat datar serta dahi yang agak menonjol.
Demikian sedikit informasi mengenai kucing Himalaya. Dengan penampilannya yang lucu dan menggemaskan, peminat kucing Himalaya saat ini semakin banyak

5 Mainan Mengasyikan Untuk Kucing yang Bisa Dibuat Sendiri di Rumah

Kucing adalah jenis binatang yang paling banyak dipelihara oleh manusia di berbagai belahan dunia. Sifat kucing yang tenang dan pendiam dibandingkan anjing. Meskipun binatang yang satu ini tidak harus diajak jalan-jalan seperti anjing, kucing tetap perlu sering diajak bermain. Ada banyak jenis mainan untuk kucing. Bahkan sebenarnya Anda dapat membuat sendiri mainan tersebut untuk memanjakan kucing tersayang. Berikut ini adalah beberapa cara membuat mainan untuk kucing

Mainan Kucing Bola Benang
Jika Anda sering menonton film Disney lama tentu sudah pernah melihat karakter kucing yang memainkan bola dari benang wol sampai kusut. Mainan kucing berbentuk bola benang dari wol tentu akan membuat kucing sibuk dan  asyik selama berjam-jam. Untuk membuatnya siapkan benang, gunting, bola plastik kecil berlubang, lem, benang wol, dan serbuk catnip. Berikut ini adalah cara membuatnya

-         Bungkus bola menggunakan benang wol melalui lubang-lubang di sekitarnya sampai menyerupai bola benang wol berukuran kecil
-         Jika Anda mempunyai serbuk catnip, masukkaan ke bola sebelum sepenuhnya ditutup dengan benang wol
-         Masukkan sisa ujung benang
-         Selesai

Tongkat Teaser Bulu
Tongkat teaser dengan ujung lonceng atau bulu dijamin akan membuat kucing jumpalitan di sana sini. Memang, untuk membuat mainan kucing yang satu ini lebih rumit daripada bola benang wol. Namun mainan ini jauh lebih tahan lama dan juga lebih menarik untuk kucing. Untuk membuatnya, Anda perlu silinder kayu 30 cm, benang, 2 tutup pulpen, selotip, dan bulu-buluan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya
-         Tekan benang ke bagian ujung tongkat dan balut dengan selotip. Letakkan tutup pulpen di bagian atas tongkat supaya benangnya tidak mudah lepas. Setelah itu selotip lagi
-         Buatlah lubang kecil di bagian atas tutup pulpen kemudian masukkan benang ke dalamnya. Ikat simpul supaya tutup pulpen tidak akan terlepas dari benang
-         Rekatkan bulu-bulu di bagian tutup pulpen. Anda juga dapat menambahkan mainan lain seperti lonceng atau boneka tikus kecil

Mainan Tikus Kardus
Tikus yang merupakan musuh bebuyutan kucing sering dijadikan sebagai model mainan kucing. Anda dapat membuat mainan tikus kardus untuk kucing menggunakan selembar kardus, lem, dan pisau cutter. Berikut ini adalah caranya:
-         Buat pola tikus pada permukaan kardus agar lebih mudah diikuti
-         Gunting pola menggunakan pisau cutter
-         Tempelkan pola yang terpisah menggunakan lem
-         Tikus kardus pun siap digunakan

Party Maker
Hampir sama seperti tongkat teaser bulu, ini adalah mainan tongkat di mana bagian ujungnya memiliki potongan kertas metalik menyerupai pom pom yang sering dimainkan kucing. Untuk membuatnya kumpulkan plastik makanan kucing yang sudah tidak terpakai, selotip, dan juga batang tongkat
-         Gunting plastik bekas makanan kucing menjadi strip yang tipis-tipis
-         Tarik sekitar 25 cm selotip dengan sisi lengket menghadap ke atas. Tempel strip guntingan plastik pada selotip
-         Tempelkan selotip yang telah ditempel strip guntingan pada bagian ujung batang

Ular Kaos Kakil                                                     
Jika Anda memiliki kaos kaki yang masih bagus dan sudah hilang pasangannya, buatlah menjadi mainan kucing. Bahan yang diperlukan hanya kaos kaki, gunting, serbuk catnip, lonceng kecil, serpihan tisu, karet gelang, lonceng kecil, jarum, dan benang.
-         Isi kaos kaki dengan kertas dan serpihan tisu sampai tiga per empat bagian
-         Sematkan catnip dan bel kecil
-         Pada kedua ujung kaos kaki, pasanglah karet gelang sebagai ekor dan leher ular
-         Gambar mata, mulut, dan hidung ular dengan bantuan benang dan jarum

Kenali 7 Makanan yang Berbahaya Untuk Kucing

Bagi Anda yang memiliki kucing di rumah, tentu ada beberapa hal penting yang wajib diketahui untuk memastikan binatang piaraan Anda ini selalu merasa aman, nyaman, dan sehat. Salah satu hal yang penting adalah memperhatikan asupan atau makanan yang dikonsumsi kucing sehari-hari. Ternyata kucing tidak boleh diberi sembarang makanan manusia. Bahkan ada beberapa jenis makanan yang justru dapat berbahaya dan menyebabkan kucing sakit jika mengonsumsinya. Berikut ini adalah beberapa makanan yang berbahaya untuk kucing



Ikan Mentah
Walaupun kucing dalam film kartun sering digambarkan senang memakan ikan, tetapi faktanya mengonsumsi ikan mentah justru dapat berbahaya untuk kucing. Hal ini karena tubuh ikan mentah mengandung enzim tiaminase. Enzim ini dapat menghancurkan senyawa vitamin B thiamin yang diperlukan oleh tubuh kucing. Bila kucing sampai kekurangan jenis vitamin B ini, kucing tersebut dapat mengalami kejang-kejang dan kerusakan pada jaringan otaknya.

Ikan Tuna
Meskipun sudah dimasak, jenis ikan yang satu ini ternyata tetap menjadi makanan yang tidak dianjurkan untuk kucing. Pasalnya ikan tersebut dapat menyebabkan kecanduan bagi kucing. Selain itu tuna juga dipercaya mengandung banyak merkuri serta dapat menyebabkan keracunan. Yang lebih berbahaya lagi jika ikan tuna tersebut diolah dengan cara digoreng menggunakan minyak yang mengandung banyak lemak. Hal ini dapat membuat kucing menjadi malas makan, kesakitan, dan semakin gemuk secara tidak wajar. Gejala ini merupakan penyakit yellow fat disease atau steatitis yang merupakan hasil dari konsumsi ikan tuna.

Produk Olahan Susu
Kucing biasanya diberi susu ketika ia masih kecil agar cepat tumbuh besar. Memang, susu bagus untuk mendukung pertumbuhan kucing. Tetapi ketika kucing sudah semakin dewasa, saluran pencernaan mereka biasanya akan menjadi intoleran terhadap laktosa yang terdapat di dalam keju, yoghurt, susu, dll. Resiko yang mungkin terjadi jika kucing memakan atau minum produk olahan susu adalah diare dan gangguan pencernaan. Oleh sebab itu sebaiknya hentikan memberi susu pada kucing jika usianya sudah 4-6 bulan.

Bawang-bawangan
Semua makanan yang mengandung bawang – bawangan tidak dianjurkan untuk kucing entah itu bawang bombay, bawang putih, bawang merah, bawang goreng, bawang masak, bawang bubuk, dan semua jenis bawang lainnya. Hal ini karena kucing lebih sensitive terhadap bawang dibandingkan anjing. Tubuh kucing tidak dapat mencerna aneka macam bawang-bawangan. Selain itu, bawang juga diketahui dapat merusak sel-sel darah merah sehingga kucing dapat mengalami anemia.

Cokelat
Sama halnya dengan anjing, cokelat juga dapat menjadi asupan yang berbahaya untuk kucing, khususnya jenis dark cooking chocolate dan baking chocolate atau coklat bubuk yang biasa digunakan untuk membuat kue. Coklat mengandung kafein dan zat bernama theobromin yang dapat menyebabkan masalah seperti suhu tubuh tinggi, jantung, kejang – kejang, dan tremor pada kucing.

Telur Mentah
Telur merupakan makanan yang banyak mengandung protein dna baik untuk memenuhi kebutuhan gizi kucing. Namun telur mentah mengandung semacam enzim bernama avidin yang membuat tubuh kucing menyerap vitamin B atau Biotin berkurang. Jika kucing kekurangan vitamin B, kucing bisa mengalami kerusakan jaringan otak dan kejang – kejang. Selain itu, telur mentah juga masih banyak mengandung bakteri yang dapat menyebabkan kucing mengalami penyakit parah.

Tulang
Tulang sebenarnya termasuk makanan yang berbahaya untuk kucing karena dapat menyebabkan kucing tersedak. Tulang yang sudah hancur dalam tubuh kucing juga dapat merusak ususnya. Jika terlalu keras atau besar, tulang tersebut dapat menyebabkan gigi kucing menjadi rusak.